You are currently browsing the monthly archive for November, 2007.
Materi Pelajaran Sains di Sekolah
Pengajaran Sains, Teknologi dan Masyarakat
Pendekatan sains, teknologi dan masyarakat (STM) atau biasa juga di Indonesia disebut dengan Salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) mulai berkembang pada dasarwarsa 70-an, sebagai reaksi dari pola pengajaran sains post-Sputnik. Titik penekanan dari pola ini adalah mengembangkan hubungan antara pengetahuan ilmiah siswa dengan pengalaman keseharian mereka. Paling tidak terdapat dua konteks dalam pedekatan STM ini.
Materi Pelajaran Sains di Sekolah
Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa sains dapat mempunyai beragam arti dan pendekatan. Hal yang sama juga terjadi ketika kita mengidetifikasi fokus utama apa yang akan diajarkan pada pelajaran sains di sekolah. Paling tidak terdapat tiga fokus utama pengajaran sains di sekolah, yaitu dapat berbentuk:
- Produk dari sains, yaitu pemberian berbagai pengetahuan ilmiah yang dianggap penting untuk diketahui siswa.
- Sains sebagai proses, yang berkonsentrasi pada sains sebagia metoda pemecahan masalah untuk mengembangkan keahlian siswa dalam memecahkan masalah.
- Pandangan yang lebih luas tentang sains, seperti dampak sains dan teknologi terhadap masyarakat
Sains dan Kehidupan sehari-hari
Walaupun sains pada dasarnya bertujuan untuk mengumpulkan berbagai pengetahuan tentang dunia sekitar, pada kenyataannya sains tidak dapat dan tidak bisa berada dalam lingkup sosial yang kosong. Karenanya sains tidak dapat dipisahkan dari upaya-upaya umat manusia, sains tidak dapat dibahas tanpa mengacu baik secara sekilas maupun langsung pada sejumlah persoalan sosial, politik, agama dan filsafat. Akibatnya, materi pelajaran sains yang diajarkan di sekolah pun haruslah dihubungkan dengan lingkungan sosial dimana sains tersebut berkembang dan digunakan.
Sains sebagai produk memang berbeda dengan sains sebagai proses (bagaimana ilmuwan bekerja/memecahkan masalah sains). Sains sebagai proses juga tidak harus selalu dikonotasikan sebagai praktikum laboratorium, terlebih kebanyakan percobaan di sekolah kita lebih mirip seperti tahapan resep masak yang kaku. Table di bawah ini mencoba merangkum berbagai jenis keterampilan yang diharapkan dilakukan oleh siswa dalam pelajaran sains.
Pointers tentang E-learning
ยง Harus dibedakan antara ‘technology’ dan ‘teach-nology’. Maksudnya memang sederhana bahwa ‘teach-nology’ adalah teknologi yang memberikan kontribusi yang baik bagi perbaikan kualitas teaching dan learning.
