Artikel Surat Kabar & Pengajaran Sains[1]

1. Pendahuluan

Surat kabar merupakan sumber berita yang masih tetap digunakan oleh masyarakat dunia. Walaupun terdapat berbagai alternatif sumber berita lain seperti radio, majalah, TV, dan internet misalnya, namun surat kabar mempunyai nilai yang tidak dapat digantikan oleh berbagai jenis media cetak dan elektronik lainnya.

Bila kita memperhatikan surat kabar, maka secara langsung kita akan mendapatkan berbagai cerita, artikel, gambar ataupun foto yang berhubungan dengan sains. Berbagai hal ini adalah sumber belajar yang sangat berharga untuk pengajaran dan pembelajaran sains; namun juga relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Lebih penting lagi, hal ini dapat digunakan untuk mengilustrasikan ide-ide dan mengembangkan keahlian yang sangat berharga dalam pendidikan sebagai warga masyarakat. Berbagai berita dan isu yang terdapat di masyarakat jelas sekali mempunyai dimensi sains di dalamnya. Misalnya, kasus bencana alam, flu burung, bencana lumpur lapindo, pencarian pesawat Adam Air yang hilang dll. Bagi kebanyakan orang, media cetak seperti surat kabar adalah sebagai sumber informasi utama berbagai masalah sosial dan saintifik ini.

koran

 

Dengan mendorong penduduk usia sekolah untuk menggunakan cerita yang berhubungan dengan sains dari media cetak ini, serta melengkapi keterampilan mereka engan kemampuan refleksi dan kritis dalam cerita tersebut, maka guru sudah melakukan kontribusi yang penting untuk memberdayakan warga masyarakat dan meningkatkan masyarakat yang kaya akan pengetahuan.

 

2. Apa yang ditawarkan oleh surat kabar?

Terdapat nilai tambah yang nyata dengan memanfaatkan artikel iptek di koran dalam kegiatan mengajar-belajar sains di kelas. Hal ini karena artikel surat kabar bersifat up-to-date (aktual), berhubungannya pelajaran sains dengan perkembangannya saat ini dan isu-isu kontemporer yang ada di masyarakat. Kisah-kisah sains di koran juga ditulis untuk orang kebanyakan dan disajikan untuk menarik minat pembacanya. Sehingga akan didapati artikelnya ditulis dan diberi ilustrasi yang bagus yang dapat mudah
dicerna juga oleh anak usia sekolah. Kalau dibandingkan dengan berita televisi, maka artikel iptek koran mudah diakses dan disimpan. Artikel dapat digunting sebagai kliping dan dilaminating.

Artikel iptek di koran adalah sumber berharga untuk menjelaskan ide-ide penting yang berhubungan dengan: isi pelajaran sains (science as body of knowledge), sains sebagai proses (science inquiry), dampak sains dan teknologi terhadap masyarakat dan presentasi sains dalam media. Pada saat yang sama artikel koran menyajikan kelebihan pada siswa dalam bentuk: akses informasi, membaca dengan reflekstif (reflective reading), berpikir kritis (critical thinking), bahan pengambilan keputuan (informed decision-making), komunikasi dan bekerja dengan pihak lain. Tentu saja dua bagian dan masing-masing poin ini tidak berdiri sendiri, tapi saling berhubungan dan bisa membantu meningkatkan literasi secara umum dan khususnya literasi sains pada siswa kita.

Model yang diajukan dari riset ini adalah kapabilitas akses sehubungan dengan sains dalam artikel koran. Terdapat empat dimensi yang saling berhubungan dari artikel sains di koran yaitu: pengetahuan tentang sains, aktif dalam wacana di media (media awareness), mempertajam kebiasaan berpikir (discerning habits of mind) dan keahlian literasi (literacy skills). Melalui dimensi inilah aktivitas pengajaran sains di kelas bisa dirancang dan dicoba dibimbing oleh guru ke siswa misalnya berdasar satu berita iptek.

Sebagai contoh berita tentang kelaparan. Guru bisa membimbing siswa melalui artikel koran tentang fenomena kelaparan secara ilmiah, apa yang disebut kelaparan, prosesnya bagaimana, asupan gizi yang layak dll (yaitu dari sisi pengetahuan sains). Dengan membaca berita koran jelas siswa belajar memahami isi bacaan dan melatih kemampuan membaca (literacy skills). Siswa juga bisa dibimbing apakah berita yang disajikan jelas, memberikan cukup data dan bukti, apakah ditampilkan sisi baik dan buruknya berita (media awarenes). Melatih siswa untuk berpikir lintas disiplin ilmu dan kritis menilai masalah sains sehubungan dengan dampak sosialnya (discerning habits of mind).

3. Artikel sains di surat kabar sebagai isi pelajaran sains di sekolah

Laporan berita di koran tentu tidak ditulis dengan maksud menyampaikan isi kurikulum sains sekolah. Namun, berbagai berita sains di surat kabar dapat digunakan untuk mendukung pengajaran materi sains di sekolah. Hubungan antara berita sains dan sains sekolah tidak selalu nampak, bahkan pada saat anda membaca pertama kali artikel sains mungkin anda mendapati bahwa bagian kecil saja yang bisa disangkutkan. Membuat hubungan terhadap pokok bahasan tertentu sangatlah penting jika kita ingin melakukan upaya integrasi aktivitas ini dalam kurikulum yang ada dibanding hanya sebagai tambahan pengetahuan baru saja. Artinya artikel sains yang ada di koran memang harus selektif.

Artikel iptek koran tidak akan pernah menggantikan buku teks. Akan tetapi artikel koran dapat memberikan pendekatan baru terhadap satu pokok bahasan, melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas yang menuntut mereka untuk menggunakan dan menerapkan pengetahuan yang sudah dikuasai, mendorong mereka untuk eksplorasi pokok bahasan lebih jauh lagi dan juga membuat hubungan yang berarti antara berbagai disiplin ilmu dalam sains.

Artikel sains di koran bisa menjadi fokus dalam satu jam pelajaran atau bahkan dalam beberapa kali pertemuan. Cara lainnya, berbagai aktivitas dengan artikel iptek tadi memberikan pengantar yang mudah diingat atau kesimpulan yang menarik di akhir pelajaran. Berbagai artikel tadi dapat membantu mereka menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) atau tugas individu yang menantang. Hal itu juga bisa dimanfaatkan
dalam evaluasi.

Membuat tujuan pembelajaran yang spesifik adalah sangat penting. Anda haruslah mempunyai pemikiran yang jelas baik dalam hal keseluruhan pengajaran berdasar artikel iptek dan aktivitas individu siswa yang akan dilakukan. Artinya ada tiga hal yang berkaitan dalam perancangan pengajaran model ini: artikel, tujuan pembelajaran dan aktivitas yang dilakukan siswa. Berita iptek mungkin menarik perhatian siswa, tetapi
untuk pembenaran sebagai bahan pelajaran di dalam kelas haruslah dihubungkan dengan tujuan pembelajaran pokok bahasan tertentu. Artikel itu juga bisa menghasilkan berbagai kegiatan pembelajaran yang menarik, namun hal ini juga haruslah dilihat sebagai hal yang membantu tujuan yang ada dalam pengajaran satu pokok bahasan.

Untuk mencoba menjelaskan hal ini, mudahnya sih kita asumsikan kita punya satu artikel iptek koran. Katakanlah ada satu artikel tentang Flu Burung (biologi).
Yang pertama tentu tiap siswa harus masing-masing punya satu salinan artikel yang dimaksud itu [juga dicatat bahwa jangan menganggap kecepatan baca siswa sama semua, atau berasumsi bahwa isi artikel bisa dipahami dengan komplit oleh mereka]. Berikan siswa waktu yang cukup untuk membaca dan memahaminya, serta tanyalah mereka mana bagian yang memang kurang dipahami, biasanya ada istilah teknis dll; kemudian berikan penjelasan [guru sedang melatih scientific literacy siswa]

Pada saat yang sama dari artikel tentang Flu Burung itu kita sudah menyiapkan berbagai kegiatan yang berdasar artikel itu. Misalnya penekanan kita untuk pengajaran materi sains dengan artikel iptek . Aktivitas yang bisa persiapkan oleh guru pada siswa bisa bermacam-macam: membaca untuk mendapatkan informasi, membaca untuk klarifikasi, membaca untuk pemahaman, mengkomunikasikan sains, ekstrak informasi, identifikasi dan mengambarkan hubungan berbagai ide (mind-maping) dll.

Misal jenis kegiatan dalam hal “mendapatkan informasi”, guru bisa merancang daftar pernyataan yang berdasar informasi yang terdapat pada artikel, melalui daftar pernyataan dan siswa menilai apakah pernyataan itu “benar” atau “salah”:

contoh:
1) Flu burung disebabkan oleh burung Benar/Salah

2) Flu burung tahan sampai suhu titik didih air Benar/Salah

3) Cara penularan flu burung belum diketahui Benar/Salah

Bentuk kegiatan “membaca untuk klarifikasi” bisa dilakukan melalui pertanyaan singkat yang membutuhkan penjelasan tambahan, contohnya: [bagian judulnya] Silahkan baca artikel tentang Flu burung, dan diskusikan dengan teman anda pertanyaan dari berbagai pernyataan yang dikutip dari artikel:

Flu burung menunjukkan adanya perpindahan penyakit karena proses domestifikasi hewan liar oleh manusia

1) Apa yang dimaksud dengan domestifikasi?

2) Mengapa domestifikasi berdampak penularan penyakit pada manusia?

Dengan dua contoh perntanyaa di atas, siswa diharapkan mencari tahu dari buku teks, berdiskusi dengan temannya atau bertanya pada guru. Sehingga siswa diharapkan aktif mencari tahu tidak hanya dari artikel saja, namun juga poko bahasan yang akan dibahas, juga untuk menambah wawasan pengetahuan siswa.

Sedangkan kegiatan dalam hal “membaca untuk pemahaman”, maka pada bagian judulnya bisa ditulis: Silahkan baca artikel tentang Flu burung, dan diskusikan dengan teman tentang upaya pencegahan penyakit flu burung pada manusia. Gunakan point-point, apa yang perlu dilakukan:

  • Flu burung berasal dari spesies burung liar

Melalui kegiatan ini siswa dituntut untuk memahami bacaan, mencari pikiran utama dari artikel/meringkasnya, serta menuliskannya kembali dengan bahasa dia sendiri. Secara langsung dengan kegiatan ini kemampuan membaca dan menulis mendasari pemahaman dia tentang artikel dan isi pelajaran.

Pada tingkatan belajar lanjutannya bisa dirancang kegiatan yang menguji pengetahuan dan keterampilan siswa dalam bentuk unjuk kinerja (performance test). Melalui ini dibuat skenario berdasar artikel sains, dimana siswa misalnya berperan sebagai pakar dalam bidang tertentu (misal sebagai ahli unggas) yang harus menjelaskan tentang metoda penularan flu burung dari burung liar ke unggas peliharaan. Hasil kerja yang ditunjukkan oleh siswa dapat berupa tulisan yang lebih komunikatif, poster ataupun media visual lain dalam menjelaskan tugasnya sebagai pakar tersebut.


[1] Sumber: “Science Newswise, a guide to the use of newspaper in science teaching”. Oleh Ruth Jarman dan Billy McClune (Queen’s University of Belfast; Belfast, 2005).

Tinggalkan komentar

Comments feed for this article

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: