Artikel Surat Kabar dan Pengajaran Sains

Memanfaatkan Artikel sains pada pengajaran sains berbasis inkuiri.

Makin banyak artikel surat kabar yang melaporkan tentang penemuan sains akhir-akhir ini. Detail di artikel atau liputan surat kabar tersebut terkadang sampai menyebut karakteristik kegiatan riset itu sendiri, misalnya dalam laporan surat kabar disebutkan ”ilmuwan menemukan bahwa…..”, ataupun ”dilaporkan bahwa….”. Beberapa berita surat kabar memasukkan informasi faktual seperti nama ilmuwan yang menemukan hal yang baru, lembaga tempat dia bekerja bahkan sampai kepada sumber dana penelitian tersebut. Namun, kerap kali didapati bahwa apa yang termuat di artikel surat kabar tidak lah cukup memberikan informasi bagi pembacanya sehubungan dengan kualitas produk/penemuan yang dihasilkan sehingga pembaca disuruh memutuskan berdasar pengetahuannya tentang hal tersebut, apakah ini memang tepat untuk diaplikasikan misalnya; ataupun mutu temuannya.

Pada bagian ini, artikel di surat kabar yang dibaca akan dicoba ditelaah sehubungan dengan informasi mengenai bagaimana ilmuwan bekerja. Apa yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui tentang karakteristik kerja secara ilmiah, dibandingkan hanya fokus pada pokok bahasan sains saja. Hal ini juga biasa disebut sebagai pengajaran sains berbasis inkuiri atau juga sains sebagai proses. Untuk hal ini maka sangat tepat untuk menggunakan artikel surat kabar yang menceritakan tentang proses penemuan sains, walaupun dari segi isi materi pelajaran sekolah sangat sedikit saja hubungannya. Terdapat beberapa keuntungan dengan melakukan penekatan ini; yang pertama sehubungan dengan pengajaran sains sebagai proses, maka akan dicoba dipahami bagi siswa betapa tentatifnya suatu penemuan sains di dunia nyata. Yang kedua, bahwa penemuan sains harus selalu mengalami konfirmasi dan uji ulang oleh komunitas ilmuwan supaya penemuan tersebut diakui oleh publik, yang tidak lain hal ini menunjukkan bahwa ilmuwan selalu saling berkomunikasi dan tidak bekerja sendirian; yang lainnya adalah bahwa aplikasi suatu penemuan tidak lah sesederhana yang biasa dibayangkan siswa, aplikasi penemuan selalu problematik dan selalu menyangkut pada perhitungan efektivitas waktu, tenaga, biaya serta kemungkinan dampaknya pada lingkungan sekitar (lihat tabel di bawah).
Perbandingan sains di sekolah dan sains yang dikerjakan ilmuwan

Sains di Sekolah

Sains Ilmuwan

Bersifat ’pasti’

Tidak banyak pertentangan

Bukti yang mendasari sangat kuat

Berkesan muncul dari satu penemuan

Terlihat sebagai hasil kerja individu

Konteks sosial terkesan tidak relevan

Terlihat tidak banyak masalah saat diaplikasikan

Tentatif

Selalu terdapat perbedaan pendapat

Bukti yang mendasari kadang lemah

Bersifat kumulatif

Hasil dari proses kolaboratif

Konteks sosial sangat relevan

Banyak masalah dihadapi bila ingin diterapkan

Sama seperti pada bagian sebelumnya (surat kabar sebagai pengajaran isi pelajaran sains sekolah, sains sebagai produk), pada pendakatan proses ini pun bisa melakukan pendekatan yang sama. Hanya pada tujuan pengajarannya tidaklah berhubungan dengan isi pelajaran sains, namun untuk mempromosikan pemahaman sains sebagai proses, misalnya untuk mencoba membahas hal:

· pentingnya pengetesan yang adil dalam hal disain eksperimen

· pentingnya diperoleh hasil yang sama dalam pengujian kembali

· peran dari kolega ilmuwan lain

· karakteristif yang tentayif dari penemuan ilmiah

Untuk melaksanakan kegiatan ini, artikel sains yang akan dijadikan bahan bacaan dapat dianalisis berdasar tabel panduan di bawah ini :


Seberapa jelas artikel surat kabar menjelaskan berbagai pertanyaan ini?

Kelompok Pertanyaan

Contoh Pertanyaan

Bagaimana riset dikerjakan?

Apakah subjek penelitian ini ?

Seberapa besar sample yang digunakan ?

Bagaimana eksperimen dilaksanakan?

Berapa lama penelitian dilakukan?

Apakah dasar untuk kesimpulan riset?

Data apa saja yang dikumpulkan?

Kesimpulan apa saja yang dikemukakan?

Apakah cukup bukti untuk membenarkan kesimpulan riset?

Seberapa yakin para ilmuwan terhadap kesimpulannya?

Adakah penjelasan mengenai dampaknya?

Apa konteks ilmiahnya?

Siapa yang melakukan riset?

Dimana mereka melakukannya?

Siapa yang membiayai riset tersebut?

Apakah ilmuwan atau pemberi dana punya kepentingan terhadap riset itu?

Dimanakah ilmuwan mempublikasikan hasil risetnya?

Terdapatkah informasi dari pihak ilmuwan lain?

Adakah referensi ke riset lainnya?

Terdapatkah dukungan dari ilmuwan lainnya?

Apa pendapat dari ilmuwan lain mengenai riset tersebut?

Memanfaatkan artikel surat kabar baik sebagai isi pelajaran (sains sebagai produk) maupun untuk pendekatan inkuiri (sains sebagai proses) dapat dilakukan guru untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan membaca siswa. Diharapkan bahwa hal ini bisa menimbulkan minat dan semangat belajar siswa pada pelajaran sains. []