Mungkinkah Persilangan Lintas-Species Fertil?

Dulu saat saya masih jadi siswa SMA, guru biologi menjelaskan bahwa perkawinan lintas species mungkin dilakukan, namun selalu hasil keturunannya mandul (non fertil). Beliau memberi contoh bahwa kuda dan keledai bisa dikawinkan (nama anaknya bagal), namun hasil silangan ini mandul dan lemah. Konon keturunannya yang mandul ini menegaskan kebenaran sistem klasifikasi mahluk hidup dari Linneus.

Backcrossing atau kawin silang antar species yang berbeda sudah banyak dilakukan ilmuwan dan biasanya terjadi dalam genus yang sama. Seperti kuda dan keledai yang sudah disebut itu, keledai dan zebra, ataupun macan dengan harimau; mahluk hasil silangan ini katanya hewan jenis baru yang unik.


Satu hal yang mendobrak perkawinan silang antar species ini adalah perkawinan antara lumba-lumba dan paus yang merupakan kawin silang selain lintas species namun juga lintas genus walau masih dalam satu famili. Pada tahun 1985 di Taman Laut Sea Life, Hawaii ditemukan hasil silangan antara ikan lumba-lumba (atlantic bottlenose doplhin, Tursiops truncatus) dan dengan sejenis paus pembunuh (Pseudoorca crassidens), yang dinamai Kekaimalu suatu mahluk jenis baru yang disebut Wholphin (mungkin maksudnya silangan ‘whale’ and ‘dolphin’). Keikamalu ini ternyata mewarisi sifat dari kedua induknya yang berbeda genus ini dan berada dinataranya. Misalnya bapaknya (lumba-lumba) mempunyai gigi sebanyak 44; dan ibunya memiliki 88; sedangkan Kekaimalu giginya sebanyak 66. Warna kulitnya pun campuran dari warna kulit ibunya yang hitam dan bapaknya yang abu-abu (ada pada foto di bawah). Sebelumnya terdapat berbagai laporan tentang keberadaan Wholphin di laut bebas, namun seperti biasa ilmuwan baru percaya setelah adanya Kekaimalu ini.
keikamalu
Kekaimalu (sebelah kanan) dan anaknya

Bagi ilmuwan kehadiran kekaimalu ini jelas aneh bin ajaib, terutama
bila berhubungan dengan sistem klasifikasi mahluk hidup (yang sistem
Lineus itu). Secara teknis hanya individu yang satu species saja yang
bisa menurunkan individu yang subur, namun Kekaimalu malah lahir dari
induk yang beda species dan genus serta sudah pernah menjadi ibu yang
melahirkan keturunan sebanyak tiga kali kawin dengan lumba-lumba. Keberadaan kekaimalu mungkin menunjukkan bahwa klasifikasi Linneus memang sudah saat diperbaiki atau bahkan diganti.

sumber: http://www.usatoday.com/news/nation/2005-04-15-wholphin_x.htm