You are currently browsing the monthly archive for Oktober 2008.

Membaca

Kegiatan belajar dengan membaca adalah hal yang utama dalam pendidikan. Tanpa kemampuan membaca maka pembelajaran apapun tidak akan dapat efektif dilaksanakan, apalagi untuk pelajaran sains. Membaca dalam pelajaran sains digunakan dalam berbagai media seperti buku teks, lembar kerja siswa (LKS), papan tulis, petunjuk praktikum, artikel surat kabar ataupun bacaan umum dengan tema tentang sains.
Baca entri selengkapnya »

Iklan

Berbicara

Seperti halnya kegiatan menulis dan membaca, berbicara juga mempunyai keutamaan dalam kegiatan belajar sains. Seperti halnya menulis, bermanfaat juga untuk membedakan kegiatan berbicara ini menjadi dua hal: berbicara kepada orang lain, yang berfokus untuk mengkomunikasikan ide dan informasi ke pihak lain (guru, siswa lainnya) secara formal di kelas atau dalam diskusi kelompok; berbicara pada diri sendiri, yang berfokus pada konstruksi pengetahuan individu tentang informasi baru yang diterimanya. Keduanya berbeda dilihat dari derajat keformalannya dan penggunaan bahasa yang dipakai. Berbagai jenis pertanyaan bisa digunakan oleh guru untuk memancing siswa bertanya dan mengetahui taraf belajar siswa seperti untuk jenis pertanyaan yang, menguji ingatan, pemahaman, aplikasi dan level pertanyaan yang lebih tinggi seperti analisis, sintesis dan evaluasi tentang satu pokok bahasan.
Baca entri selengkapnya »

Menulis


Kegiatan menulis adalah hal yang tidak terpisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Paling tidak terdapat dua kegunaan menulis yang bisa diidentifikasi secara langsung. Pertama, kegiatan ini dapat dilihat sebagai cara transmisi/pemindahan ide dari penulis kepada pembacanya, misal dari guru ke siswa ataupun sebaliknya; kedua, menulis merupakan sarana dimana pengarangnya, misalnya siswa, dapat menginterpretasi ide yang ada dan menyusunnya kembali sesuai gaya dan bahasanya sendiri. Dengan menulis, siswa sebenarnya tidak harus dituntut untuk mereproduksi fakta/definisi/ide sesuai dengan yang telah dijelaskan oleh guru/buku teks, namun yang lebih utama adalah proses mengumpulkan berbagai ide tersebut dan men-sintesis-kannya menjadi tulisan yang memang dipahami olehnya. Sehingga menulis tidak harus selalu dilihat sebagai hasil belajar siswa (misal ringkasan isi mata pelajaran), namun juga harus dilihat sebagai cara belajar siswa yang menunjukkan bagaimana dia mengorganisasi pengetahuan dan pemahamannya.
Baca entri selengkapnya »